Peran Generasi Muda dalam Dinamika Politik Indonesia
Generasi muda di Indonesia kini sedang menghadapi perang batin yang kompleks. Di tengah dinamika politik yang terus berubah, mereka harus memilih antara berpolitik, beribadah, atau mencari jalan sendiri. Peran generasi muda dalam proses demokrasi semakin penting, terutama setelah Pemilu 2024 yang menjadi momentum bagi mereka untuk menunjukkan partisipasi aktif.
Pemilu 2024 tidak hanya menjadi ajang pemilihan wakil rakyat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menyuarakan aspirasi dan kepentingan mereka. Namun, kontestasi politik tidak hanya berhenti pada Pilpres yang telah dilaksanakan, tetapi juga berlanjut ke Pilkada yang tengah berlangsung. Ironisnya, Pilkada kali ini diwarnai dengan banyaknya calon tunggal, yang mencerminkan ketidaksetaraan dalam demokrasi.
Tantangan dalam Kebebasan Berpendapat
![]()
Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kebebasan berpendapat sering kali terlihat terjamin secara prosedural, namun kenyataannya tidak selalu demikian. Meskipun tidak ada larangan langsung terhadap kegiatan berkumpul atau memberikan pendapat, berbagai manuver politik yang terjadi di belakang layar menunjukkan adanya batasan yang menghambat kebebasan berpendapat.
Fenomena buzzer dan pengondisian media menciptakan iklim bahwa kritik terhadap pemerintah bisa menghadapi berbagai risiko. Indra Purnama, Direktur Eksekutif IPRC (Indonesian Politics Research & Consulting), menyoroti masalah ini. Dalam acara yang sama dengan Luthfi Hamzah, ia mengatakan, “Saya kira kata-kata yang pas-nya (untuk pemerintahan Jokowi dalam menciptakan kebebasan berpendapat), tidak mengkhianati dan tidak merusak, tapi mengangkangi.”
Ia menambahkan, “Kita dapat melihat banyak bukti, bahwa kemarin Jurnalis Tempo sudah dua kali diserang orang tidak dikenal, kemudian juga kalau saya lihat laporan-laporannya safenet bagaimana ketika ada satu isu yang memang sedang digulirkan dalam mengkritisi masyarakat ada internet shutdown, terus juga ada hacking terhadap aktor-aktornya.”
Keterlibatan Generasi Muda dalam Demokrasi

Sementara dinamika politik berlangsung, generasi muda Indonesia mulai menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam proses demokrasi. Mereka tidak hanya mengikuti arus politik yang ada, tetapi juga aktif dalam memperjuangkan prinsip-prinsip demokrasi yang sebenarnya. Generasi muda diharapkan membawa kesadaran politik dan menyebarkannya sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi, bukan mengikuti dan melanggengkan kekuasaan oligarki.
Luthfi Hamzah, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran, mengungkapkan kekhawatirannya tentang komitmen Prabowo terhadap demokrasi. “Dalam kacamata ilmiah, dalam kacamata kita yang di kampus, melihatnya memang agak mengkhawatirkan,” kata dia dalam webinar Muda Kawal Demokrasi pada 8 September 2024.
Ia melanjutkan, “Tren ketidaketisan dalam demokrasi ini bisa membawa presiden ke demokrasi yang lebih buruk ke depan.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa meskipun Prabowo berpotensi membawa perubahan, tetap ada risiko besar dalam ketidaketisan politik yang dapat mengancam integritas demokrasi di Indonesia.
Mencari Jalan Sendiri: Alternatif bagi Generasi Muda

Di tengah perang batin yang dihadapi, banyak generasi muda memilih untuk mencari jalan sendiri. Mereka tidak ingin terjebak dalam polarisasi politik yang sempit atau terpengaruh oleh narasi-narasi yang dibuat oleh buzzer politik. Mereka mencoba untuk membangun identitas politik mereka sendiri, berdasarkan nilai-nilai yang mereka yakini.
Indra Purnama menegaskan bahwa penting bagi anak muda untuk tetap aktif dalam mengawal jalannya politik. Politik bersifat dinamis dan dapat berubah secara tiba-tiba. Banyak hal dapat terjadi secara tiba-tiba, seperti kemungkinan PDI-P yang saat ini ditengarai menjadi oposisi KIM Plus, dapat bergabung ke dalamnya. Atau mungkin KIM Plus yang sebelumnya dijalin secara paksa dalam Pemerintahan Jokowi, dapat berpisah di masa Pemerintahan Prabowo, dan sebagainya.
Kesimpulan

Perang batin generasi muda di Indonesia tidak hanya tentang memilih antara berpolitik, beribadah, atau mencari jalan sendiri, tetapi juga tentang memahami peran mereka dalam menjaga dan memperkuat prinsip-prinsip demokrasi. Partisipasi aktif dan kesadaran akan etika demokrasi akan menentukan masa depan politik Indonesia. Generasi muda diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menjaga dan memperkuat prinsip-prinsip demokrasi, memastikan bahwa proses politik berjalan dengan adil dan transparan untuk semua pihak.