Komunisme, sebagai salah satu ideologi yang paling kontroversial dalam sejarah modern, sering kali dianggap sebagai ancaman bagi kestabilan politik dan sosial. Namun, pendidikan sejarah modern yang lebih netral dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan mendalam tentang asal-usul, prinsip, serta dampak komunisme. Dengan pendekatan yang objektif, siswa tidak hanya akan memahami konsekuensi negatif dari penerapan ideologi ini, tetapi juga bagaimana komunisme berkontribusi pada perubahan sosial dan ekonomi di berbagai negara.
Pengertian Komunisme
Komunisme merujuk pada sistem sosial ekonomi yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas, di mana kepemilikan barang dan alat produksi dikuasai secara bersama oleh seluruh rakyat. Menurut Fadhilah Rachmawati dalam jurnal Kritik terhadap Konsep Ideologi Komunisme Karl Marx (2020), komunisme adalah paham yang didasarkan pada kepemilikan komunal dan produksi barang yang tidak hanya terbatas pada lingkup pemerintahan, tetapi juga kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, komunisme merupakan doktrin politik dan ekonomi yang bertujuan untuk menggantikan kepemilikan pribadi menjadi kepemilikan publik dengan kontrol komunal. Tujuannya adalah menciptakan kesetaraan sosial dan menghilangkan ketimpangan antar kelas.
Ciri-Ciri Ideologi Komunisme

Menurut buku ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2021) karya Zulfikar Putra dan H. Farid Wajdi, ideologi komunisme memiliki lima ciri utama:
-
Teori Perjuangan Kelas
Komunisme mengajarkan bahwa masyarakat terbagi menjadi kelas-kelas yang saling bertentangan, seperti proletariat melawan kapitalis atau tuan tanah. -
Kepemilikan Barang Secara Komunal
Tidak ada hak milik pribadi; semua barang dan sumber daya dikuasai oleh kelompok atau negara. -
Kepentingan Kelompok Lebih Penting
Keuntungan individu tidak diutamakan, melainkan kepentingan bersama atau negara. -
Revolusi Terus-Menerus
Komunisme percaya pada “revolusi permanen” atau continuous revolution yang menjalar ke seluruh dunia. -
Sistem Ekonomi Totaliter
Pemerintah mengontrol seluruh aktivitas ekonomi, termasuk distribusi barang dan penggunaan sumber daya alam.
Sistem Ekonomi Komunis
Dalam jurnal Paradigma Idiologi Sistem Ekonomi Dunia (2018) karya Nurhadi, sistem ekonomi komunis adalah sistem di mana pemerintah mengatur seluruh sumber aktivitas perekonomian. Tidak ada hak milik pribadi, dan semua industri, baik besar maupun kecil, dimiliki oleh negara.
Dalam sistem ini, kehidupan ekonomi bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Pemerintah menentukan lokasi penempatan kerja, jenis pekerjaan, hingga harga barang dan jasa. Hal ini membuat sistem ekonomi komunis bersifat totaliter, di mana individu tidak memiliki kebebasan ekonomi.
Contoh Penerapan Komunisme

Beberapa negara telah menerapkan ideologi komunisme, seperti Republik Rakyat Tiongkok, Korea Utara, Kuba, Laos, dan Vietnam. Di negara-negara ini, segala sumber daya alam, produksi, dan manusia dikuasai oleh negara. Selain itu, hanya satu partai yang berkuasa, seperti Partai Komunis Tiongkok.
Namun, penerapan komunisme tidak selalu berjalan mulus. Banyak negara yang mengalami krisis ekonomi, kelangkaan barang, dan kurangnya inovasi karena sistem yang terlalu terpusat. Meski demikian, komunisme juga memberikan kontribusi dalam hal kesetaraan sosial dan pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah.
Perspektif Pendidikan Sejarah yang Lebih Netral

Sejarah Indonesia sering kali menyajikan komunisme sebagai ancaman yang harus diberantas. Namun, pendidikan sejarah yang lebih netral dapat membuka ruang untuk memahami komunisme secara lebih objektif. Misalnya, melalui studi kasus seperti G30S PKI, siswa dapat belajar tentang dinamika politik, agama, dan masyarakat di masa lalu, tanpa bias atau emosi yang berlebihan.
Selain itu, pendidikan sejarah modern yang netral juga dapat memperkenalkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah komunisme, seperti Karl Marx dan Friedrich Engels, serta pemikiran mereka tentang kesetaraan dan keadilan sosial. Dengan begitu, siswa tidak hanya tahu tentang dampak negatif komunisme, tetapi juga bagaimana ide-ide ini muncul dan berkembang dalam konteks sejarah.
Kesimpulan
Komunisme adalah ideologi yang kompleks dan sering kali dipandang secara negatif. Namun, melalui pendidikan sejarah yang lebih netral, siswa dapat memahami aspek-aspek penting dari komunisme, baik dari segi teori, praktik, maupun dampaknya. Dengan pendekatan yang objektif dan terbuka, pendidikan sejarah dapat menjadi alat untuk membangun pemahaman yang lebih luas dan inklusif tentang sejarah bangsa dan dunia.