Pada beberapa waktu terakhir, fenomena langit yang tidak biasa kembali menjadi sorotan publik. Dari Singapura hingga Yogyakarta, masyarakat di berbagai daerah mengalami kehebohan akibat tampilan langit yang aneh dan menarik perhatian banyak orang. Fenomena ini tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga membuat para ahli turun tangan untuk memberikan penjelasan ilmiah.
Fenomena Langit Terbelah di Singapura
Pada 13 Februari 2019, warga Singapura menyaksikan langit yang terlihat terbelah menjadi dua warna biru. Peristiwa ini terjadi di sekitar wilayah Jurong dan Waduk Bedok. Mereka melihat garis pembatas yang jelas antara sisi gelap dan cerah di langit. Fenomena ini sempat memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya benda langit atau efek optik alam.
Menurut juru bicara Meteorological Service Singapore, fenomena ini disebut sebagai “sinar anti-crepuscular”. Ini adalah fenomena optik meteorologis yang terjadi ketika sinar matahari dipantulkan oleh partikel kecil dalam atmosfer. Sinar tersebut membentuk garis paralel yang terlihat di langit. Meskipun tampak aneh, fenomena ini bukanlah hal baru dan bisa terjadi setiap kali matahari terbit atau terbenam.
Bola Api di Langit Cirebon
Pada 5 Oktober 2025, sebuah bola api dilihat melintasi langit Cirebon, Jawa Barat. Banyak warga melaporkan melihat cahaya terang dan mendengar suara dentuman keras. Fenomena ini cepat menyebar di media sosial dan menarik perhatian BMKG serta BRIN.
Menurut Thomas Djamaluddin dari BRIN, objek yang dilihat adalah meteor besar yang masuk ke atmosfer Bumi. Meteor ini melintas dari arah barat daya, melewati Kuningan dan Cirebon, lalu jatuh di Laut Jawa. Suara dentuman yang terdengar disebabkan oleh gelombang kejut dari meteor yang memasuki atmosfer yang lebih padat.
BMKG juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat itu cerah berawan, sehingga tidak ada indikasi petir atau awan konvektif yang bisa menyebabkan suara keras. Meski begitu, meteor seperti ini sering terjadi setiap malam, meskipun jarang terlihat dengan jelas.
Langit Bolong di Yogyakarta
Fenomena langit bolong di Yogyakarta juga membuat heboh dunia maya. Foto yang viral menunjukkan area di atas Yogyakarta yang tampak kosong, seolah-olah ada lubang di langit. Banyak warganet mengaitkannya dengan hal mistis atau fenomena supernatural.
Namun, BMKG memberikan penjelasan ilmiah. Fenomena ini dinamakan “Cone of Silence”, yang terjadi karena keterbatasan radar dalam mengamati cuaca secara menyeluruh. Radar hanya mampu memindai hingga elevasi 19,5 derajat, sehingga ada area yang tidak terdeteksi. Area lingkaran kosong di Yogyakarta disebabkan oleh kurangnya pemindaian hingga tegak lurus ke atas.
Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Langit Aneh

Banyak fenomena langit yang tampak aneh ternyata memiliki penjelasan ilmiah. Berikut adalah beberapa penjelasan utama:
- Sinar Anti-Crepuscular: Fenomena optik yang terjadi saat cahaya matahari dipantulkan oleh partikel kecil di atmosfer.
- Meteor (Bola Api): Batu atau debu kosmik yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, meninggalkan jejak bercahaya.
- Cone of Silence: Fenomena yang terjadi karena keterbatasan radar dalam mengamati cuaca secara menyeluruh.
Kesimpulan
![]()
Fenomena langit yang aneh memang menarik perhatian masyarakat, terutama ketika terjadi di tempat yang tidak biasa. Namun, sebagian besar dari fenomena ini dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Dari sinar anti-crepuscular hingga meteor dan cone of silence, semua memiliki penjelasan ilmiah yang sudah teruji.
Para ahli terus melakukan analisis dan penelitian untuk memahami lebih dalam tentang fenomena-fenomena ini. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih tenang dan tidak mudah terkecoh oleh spekulasi atau mitos yang beredar.