Dunia saat ini tengah menyaksikan gejolak tak terduga dalam lanskap ekonomi global, yang dipicu oleh perubahan mendadak yang belum pernah diprediksi sebelumnya. Dinamika pasar yang berubah drastis ini bukan hanya menjadi sorotan para analis keuangan, tetapi juga telah mengguncang publik secara luas, menimbulkan ketidakpastian dan memaksa adaptasi cepat di berbagai negara. Salah satu negara yang merasakan dampak signifikan dari gelombang perubahan ini adalah Chile, yang ekonominya tengah berjuang untuk bangkit dari perlambatan.
Sejak November 2025, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap peso Chile menunjukkan tren yang fluktuatif, sebuah indikasi adanya ketidakstabilan dalam pasar keuangan. Data terbaru menunjukkan bahwa dolar mengalami kenaikan sebesar 8,75 peso, mencapai nilai 933,25 peso per dolar di Bursa Elektronik Chile (BEC). Kenaikan ini terjadi setelah dua hari berturut-turut dolar mengalami penurunan. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian global dan bagaimana isu-isu domestik Chile turut mempengaruhinya.
Faktor Pendorong Kenaikan Dolar di Chile
Beberapa faktor berkontribusi pada kenaikan nilai dolar di Chile, mencerminkan kompleksitas ekonomi global dan tantangan internal yang dihadapi negara tersebut:
- Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Chile: Data triwulan ketiga tahun 2025 menunjukkan bahwa ekonomi Chile hanya mampu tumbuh sebesar 1,6% secara tahunan. Angka ini menunjukkan moderasi laju ekspansi ekonomi yang lebih lambat dari yang diharapkan. Perlambatan ini seringkali diartikan sebagai pelemahan fundamental ekonomi, yang pada gilirannya dapat menekan mata uang domestik.
- Penurunan Harga Tembaga: Sebagai salah satu komoditas ekspor utama Chile, harga tembaga memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar peso. Penurunan harga tembaga di pasar internasional, yang disebabkan oleh kekhawatiran likuidasi aset berisiko dan memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS, secara langsung memberikan tekanan negatif pada peso Chile. Harga tembaga dilaporkan turun 1,39% di London Metal Exchange, melanjutkan tren penurunan selama tiga sesi berturut-turut.
- Aversi Risiko Global: Lingkungan ekonomi global yang meningkatnya ketidakpastian mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman. Aversi risiko ini tidak hanya menekan harga komoditas seperti tembaga, tetapi juga dapat menyebabkan arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Chile. Hal ini memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai mata uang safe haven.
- Kebijakan Moneter Amerika Serikat: Spekulasi mengenai kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) AS juga memainkan peran penting. Penurunan probabilitas pemotongan suku bunga oleh The Fed memberikan daya tarik lebih pada dolar AS. Pasar uang sempat memperkirakan probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 50%, namun angka ini menurun dari minggu sebelumnya, menunjukkan pandangan pasar yang bergeser.
Dampak pada Pasar Keuangan dan Kebijakan
![]()
Kenaikan dolar dan volatilitas pasar keuangan memberikan tantangan tersendiri bagi Chile. Ekonom mencatat bahwa meskipun bukan krisis, Chile sedang keluar dari siklus terendah ekonomi dengan pertumbuhan yang masih sangat lambat. Situasi ini diperparah oleh produktivitas yang stagnan selama lebih dari satu dekade dan tingkat pengangguran yang mendekati 8%.
Dalam konteks ini, isu ekonomi dan keamanan menjadi poros sentral dalam kampanye pemilihan presiden di Chile. Para kandidat mengusulkan berbagai kebijakan, mulai dari peningkatan upah minimum, pemotongan belanja publik yang drastis, hingga penataan ulang sistem perpajakan. Perbedaan diagnosis dan usulan mencerminkan upaya untuk membangkitkan kembali investasi dan merespons ketegangan sosial yang terakumulasi.
Proposal Kebijakan dan Konsensus Ekonomi
Meskipun terdapat perbedaan pandangan antar kandidat, para ahli ekonomi menyoroti adanya “konsensus” mengenai arah kebijakan ke depan, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas fiskal.
- Stimulus Investasi dan Stabilitas Fiskal: Para ahli menekankan pentingnya stimulus investasi dan penyesuaian fiskal yang berkelanjutan. Diperlukan kerangka institusional yang menjamin stabilitas dan mendorong kesepakatan luas agar kebijakan tidak berubah drastis setiap siklus pemilihan. Stabilitas institusional dan investasi dalam pendidikan dianggap kunci untuk meningkatkan produktivitas dan mobilitas sosial.
- Peninjauan Belanja Publik: Beberapa kandidat, seperti José Antonio Kast, mengusulkan pemotongan belanja publik secara signifikan. Namun, usulan ini seringkali dikritik karena dinilai “tidak layak” jika tidak transparan dalam formulasinya.
- Dukungan UMKM dan Kelas Menengah: Kandidat lain seperti Johannes Kaiser menyoroti pentingnya langkah-langkah yang mendukung para pengusaha dan kelas menengah, termasuk masalah keamanan, pajak, dan perizinan.
- Sistem Pajak Kompetitif: Evelyn Matthei mengusulkan sistem perpajakan yang kompetitif dan stabil untuk mendorong investasi, termasuk penurunan pajak perusahaan dan kontrak invariabilitas pajak jangka panjang untuk proyek besar.
Tantangan Struktural dan Prospek Masa Depan
![]()
Salah satu masalah mendasar yang dihadapi Chile adalah stagnasi pertumbuhan potensial yang dihambat oleh ketidakpastian dan kurangnya dinamisme struktural. Meskipun harga tembaga saat ini historis tinggi, pertumbuhan ekonomi Chile seharusnya bisa lebih cepat.
Di sisi lain, ada optimisme bahwa Chile berada dalam situasi yang lebih baik dibandingkan pemilu sebelumnya, dengan kesepakatan yang lebih luas mengenai perlunya mempertahankan ekonomi terbuka dan memperdalam perjanjian perdagangan. Fokus kini adalah bagaimana menstabilkan belanja fiskal setelah fleksibilitas dana negara dan pinjaman menjadi terbatas.
Perubahan mendadak dalam ekonomi global ini memberikan pelajaran penting bagi Chile dan negara-negara lain. Adaptabilitas, inovasi, dan stabilitas kebijakan menjadi kunci untuk menghadapi ketidakpastian dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah gejolak pasar internasional. Pemilihan presiden di Chile menjadi momen krusial untuk menetapkan arah kebijakan ekonomi yang dapat menavigasi tantangan ini dan membawa negara menuju pemulihan yang lebih kuat.