Pendidikan online telah menjadi salah satu solusi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, terutama selama pandemi. Namun, pertanyaannya tetap muncul: apakah pendidikan online benar-benar mampu menghapus kesenjangan pendidikan, atau justru memperparahnya? Jawaban atas pertanyaan ini tidak bisa dilihat secara sederhana karena ada berbagai faktor yang memengaruhi dampak pendidikan online terhadap kesenjangan.
1. Pendidikan Online sebagai Solusi untuk Akses yang Lebih Merata
Salah satu keuntungan utama pendidikan online adalah kemampuannya dalam menyediakan akses pendidikan yang lebih luas. Dalam konteks Indonesia, banyak daerah terpencil masih kesulitan mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan pendidikan online, siswa di wilayah tersebut dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus pergi jauh-jauh ke sekolah. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Contohnya, program “Pegadaian Peduli Pendidikan melalui Transformasi Sekolah” yang dilaksanakan di Kota Bengkulu menunjukkan bagaimana pendidikan online dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru-guru dan siswa di daerah tersebut kini memiliki akses ke materi pembelajaran digital yang interaktif, sehingga memungkinkan mereka belajar dengan cara yang lebih efektif dan fleksibel.
2. Kesenjangan Teknologi dan Infrastruktur

Meski pendidikan online menawarkan akses yang lebih luas, tidak semua siswa memiliki perangkat teknologi yang memadai. Di banyak daerah pedesaan, akses internet dan perangkat komputer masih sangat terbatas. Ini menciptakan kesenjangan baru antara siswa yang memiliki akses dan yang tidak.
Data dari Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa hanya sekitar 40% sekolah di Indonesia memiliki akses internet memadai. Sementara itu, banyak siswa di daerah terpencil bahkan tidak memiliki perangkat elektronik sama sekali. Akibatnya, mereka tidak bisa mengikuti pembelajaran daring, yang membuat mereka semakin tertinggal dari teman-temannya yang berada di kota besar.
3. Kemampuan Literasi Digital

Selain infrastruktur, literasi digital juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan online. Banyak guru dan siswa belum terbiasa menggunakan platform pembelajaran digital. Menurut survei, sekitar 60% guru di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam mengadaptasi metode pengajaran mereka ke platform digital.
Ini berarti, bahkan jika akses internet tersedia, kualitas pembelajaran daring seringkali tidak optimal. Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan dan dukungan teknis yang berkelanjutan sangat diperlukan agar guru dan siswa dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal.
4. Dampak pada Kualitas Pendidikan

Pendidikan online juga berdampak pada kualitas pendidikan. Di beberapa kasus, pembelajaran daring justru mengurangi interaksi langsung antara guru dan siswa, yang bisa mengurangi keterlibatan siswa dalam proses belajar. Selain itu, mata pelajaran yang membutuhkan visualisasi dan simulasi digital seperti matematika dan sains menjadi sulit dipahami tanpa bantuan teknologi.
Namun, dengan adanya inovasi seperti pembelajaran berbasis video, aplikasi edukasi, dan permainan edukatif, kualitas pendidikan online bisa ditingkatkan. Contohnya, program transformasi sekolah Pegadaian memberikan pelatihan kepada guru untuk menyusun modul ajar yang interaktif, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif.
5. Peran Pemerintah dan Swasta dalam Mengatasi Kesenjangan

Untuk memastikan bahwa pendidikan online benar-benar menghapus kesenjangan, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Program seperti Palapa Ring yang bertujuan membangun infrastruktur internet broadband di seluruh Indonesia merupakan langkah penting dalam mengatasi kesenjangan akses. Selain itu, program CSR dari perusahaan teknologi besar juga berkontribusi dalam menyumbangkan perangkat komputer dan pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa.
Kesimpulan
Pendidikan online memiliki potensi besar untuk menghapus kesenjangan pendidikan, tetapi hal ini bergantung pada berbagai faktor seperti akses infrastruktur, literasi digital, dan kualitas pembelajaran. Jika dikelola dengan baik, pendidikan online dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih merata dan inklusif. Namun, jika tidak diimbangi dengan upaya nyata, pendidikan online justru bisa memperparah kesenjangan, terutama bagi siswa di daerah terpencil yang kurang memiliki akses teknologi.