Perkembangan Industri Musik Kreatif di Asia Tenggara
Industri musik kreatif di Asia Tenggara telah menjadi salah satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan berbagai inisiatif kolaboratif dan investasi dalam pendidikan musik, negara-negara di kawasan ini mulai membangun ekosistem yang kuat untuk mendukung seniman lokal agar bisa bersaing di pasar global. Salah satu contohnya adalah Thailand, yang telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjadikan industri kreatif sebagai penggerak utama perekonomian nasional.
Thailand, misalnya, melalui forum SPLASH – Soft Power Forum 2025 dan peluncuran pusat kolaborasi kreatif FAM Studios oleh 88rising, menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kreatif yang berorientasi global. Studio ini bukan hanya tempat rekaman, tetapi juga pusat kolaborasi lintas negara yang mempertemukan musisi dari berbagai latar belakang, terutama bagi negara-negara Asia Tenggara.
Kolaborasi Lintas Genre dan Budaya

Salah satu tren terkini dalam industri musik Asia Tenggara adalah kolaborasi lintas genre dan budaya. Acara seperti TikTok For You Stage menjadi wadah yang efektif untuk memperkenalkan karya-karya yang menggabungkan berbagai aliran musik, termasuk pop, rock, hip-hop, dan musik tradisional. Contohnya, kolaborasi antara Slank dan Malikoendang menunjukkan bagaimana musisi senior dan kreator muda dapat bekerja sama untuk menciptakan karya yang segar dan menarik.
Selain itu, acara ini juga menampilkan kolaborasi antara JKT 48 dan MNL 48, dua idol grup dari Indonesia dan Filipina, yang sukses membuat penonton larut dalam penampilan mereka. Kolaborasi tersebut tidak hanya menunjukkan keberagaman budaya, tetapi juga membuktikan bahwa musik memiliki kemampuan untuk menyatukan masyarakat di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Inovasi dalam Ekosistem Musik
Festival AXEAN Festival 2025 menjadi contoh lain dari inovasi dalam ekosistem musik Asia Tenggara. Dengan gelombang pertama line-up yang mencakup berbagai genre, festival ini menawarkan ruang bagi musisi lokal maupun internasional untuk tampil dan berkolaborasi. Selain pertunjukan musik, festival ini juga menghadirkan inovasi lewat peluncuran Club SEA Showcase, sebuah panggung baru yang dikhususkan untuk memperkenalkan musik elektronik dan klub yang berkembang pesat di Asia Tenggara.
Program Music Conference dan Songwriting Camp juga menjadi bagian penting dari AXEAN Festival 2025. Dua program ini membuka ruang diskusi dan kerja sama lintas negara melalui panel diskusi, pertemuan bisnis terstruktur, dan kolaborasi kreatif. Songwriting Camp akan berlangsung selama empat hari menjelang festival utama, melibatkan musisi dan produser terpilih dari berbagai negara untuk berkarya bersama dalam suasana yang inklusif dan lintas budaya.
Pentingnya Investasi dalam Pendidikan Musik
Investasi dalam pendidikan musik juga menjadi faktor penting dalam perkembangan industri musik Asia Tenggara. James Fauntleroy, pendiri 1500 Sound Academy, menekankan bahwa akses dan fasilitas seperti FAM Studios akan membuka jalan bagi lebih banyak talenta Asia Tenggara untuk berkembang di level global. Ia percaya bahwa ekosistem kreatif harus dibangun dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, bukan hanya pencapaian individu.
Sementara itu, Verbal, CEO Ambush Inc., berbicara tentang tantangan besar yang kini dihadapi musisi, seperti tekanan dari algoritma dan tuntutan viralitas. Ia menekankan bahwa di masyarakat algoritmik, justru menjadi manusialah yang membuat Anda menonjol. Kreativitas tetap harus jadi inti dan teknologi seperti AI dan media sosial bisa membantu, tapi tak bisa menggantikan orisinalitas dan intuisi manusia.
Kesimpulan
Kolaborasi musik lintas genre di Asia Tenggara tidak hanya menjadi tren terkini, tetapi juga menjadi bentuk perwujudan keberagaman dan kerja sama antar negara. Dengan adanya inisiatif seperti FAM Studios, TikTok For You Stage, dan AXEAN Festival 2025, para musisi dan kreator kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan investasi dalam pendidikan musik dan pengembangan ekosistem kreatif, Asia Tenggara siap menjadi pusat musik yang berpengaruh di tingkat global.