Piala Dunia 2026: Dua Negara Terlarang Trump Lolos ke Putaran Final
Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah dua negara yang termasuk dalam daftar travel ban Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berhasil memastikan tempat di putaran final. Isu ini memicu perbincangan luas mengenai hubungan antara politik dan olahraga, terutama dalam konteks persiapan turnamen besar.
Daftar Travel Ban dan Kebijakan Trump

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menegaskan bahwa ia tidak segan mencabut hak kota tuan rumah jika dinilai tidak aman menurut standar pemerintahannya. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyatakan bahwa Trump memiliki wewenang untuk melakukan hal tersebut. Namun, kini muncul situasi baru: dua negara dari daftar travel ban telah lolos ke Piala Dunia 2026, berpotensi memicu ketidakstabilan.
Iran dan Haiti: Dua Negara yang Lolos

Iran menjadi negara pertama yang menimbulkan dilema bagi AS. Dengan mengoleksi 23 poin dari 10 laga kualifikasi zona Asia, mereka memastikan keikutsertaan untuk ketujuh kalinya. Namun, sebagai salah satu negara yang tercantum dalam travel ban, delegasi Iran dilarang menghadiri undian babak grup yang digelar pada 5 Desember. Selain pengecualian terbatas, warga negara Iran tidak dapat memasuki Amerika Serikat, baik sebagai imigran maupun wisatawan.
Situasi serupa berlaku bagi Haiti. Timnas Haiti menembus putaran final untuk kedua kalinya setelah menyingkirkan Nikaragua dengan kemenangan 2-0, bergabung dengan Panama dan Curacao, yang menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Haiti tetap masuk daftar larangan perjalanan karena AS menilai negara tersebut “tidak memenuhi standar penyaringan dan pemeriksaan keamanan serta dianggap berisiko sangat tinggi”.

Pengecualian untuk Atlet dan Pemegang Tiket

Meski begitu, ada pengecualian untuk atlet. Pemain yang berkompetisi di ajang besar seperti Piala Dunia dibebaskan dari aturan travel ban, termasuk pelatih dan keluarga inti. Trump juga telah merinci kebijakan visa bagi penonton yang memiliki tiket. Kedutaan besar AS akan memprioritaskan pemegang tiket melalui sistem baru bernama FIFA Prioritised Appointment Scheduling System (PASS) yang dirancang untuk memperlancar proses.
Sebanyak 400 petugas konsuler tambahan diturunkan untuk mengantisipasi lonjakan permohonan visa dan tiket. Meski tidak menjamin persetujuan, kebijakan ini memungkinkan para pemohon mendapatkan jadwal wawancara dalam kurun enam hingga delapan minggu sejak pengajuan.

Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang. Meski detail lengkap belum diumumkan, kemungkinan besar AS, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah bersama. Ini merupakan pertama kalinya Piala Dunia dihelat di tiga negara sekaligus.
Persiapan Timnas Indonesia

Di sisi lain, Timnas Indonesia U-22 berhasil menahan imbang Mali 2-2 di laga uji coba kedua jelang SEA Games 2025, menunjukkan semangat juang tinggi dan penampilan lebih atraktif dibanding pertemuan pertama. Performa ini memberikan harapan bagi skuad Garuda Muda menjelang kompetisi besar.
Kesimpulan

Piala Dunia 2026 kembali menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena kompetisi sepak bola, tetapi juga karena isu politik yang menyertainya. Dua negara yang sebelumnya dilarang oleh pemerintah AS kini berhasil lolos, menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi alat diplomasi yang kompleks. Di sisi lain, persiapan Timnas Indonesia menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk kompetisi internasional.