Penurunan Kualitas Atlet Pelatnas Cipayung
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah mengambil keputusan penting terkait komposisi atlet pelatnas. Enam atlet didegradasi dari program pelatnas Cipayung, sementara satu atlet memilih untuk mengundurkan diri. Keputusan ini diumumkan oleh Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, yang menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan berdasarkan evaluasi rutin terhadap performa, progres latihan, dan pencapaian KPI.
Proses Evaluasi yang Objektif

Eng Hian menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan dan objektif. Tujuannya adalah menjaga kualitas dan efektivitas program pelatnas. Dalam evaluasi tersebut, setiap atlet dinilai berdasarkan kontribusi mereka selama berada di pelatnas. “Kami menyampaikan terima kasih kepada para atlet yang terdampak atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi mereka selama berada di pelatnas,” ujar Eng Hian.
Daftar Atlet yang Didegradasi

Berikut adalah nama-nama atlet yang didegradasi dari pelatnas:
- Jessica Maya Rismawardani (PB Djarum)
- Zaidan Arrafi Awal Nabawi (PB. Exist)
- Deswanti Hujansih Nurtertiati (PB. Exist)
- Jonathan Farrell Gosal (PB. Jaya Raya)
- Muhammad Al Farizi (PB. Djarum)
- Patra Harapan Rindorindo (PB. Djarum)
Sementara itu, Muhammad Reza Al Fajri (PB.Exist) memutuskan untuk mengundurkan diri dari pelatnas PBSI.
Bukan Akhir Perjalanan Atlet

Meski didegradasi, Eng Hian menekankan bahwa ini bukan akhir dari perjalanan seorang atlet. PBSI tetap memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang di luar pelatnas. Mereka dapat berkompetisi di berbagai turnamen nasional maupun internasional, dan membuktikan diri untuk mendapatkan kesempatan kembali ke pelatnas di masa mendatang.
Program Pembinaan yang Berkelanjutan

PBSI akan terus menjalankan program pembinaan dengan prinsip transparansi, meritokrasi, dan orientasi prestasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan menjadikan bulutangkis Indonesia tetap berjaya di kancah dunia.