Sejarah Baru dalam Sepak Bola Cerebral Palsy Indonesia
Tim sepak bola cerebral palsy Indonesia berhasil menciptakan sejarah dengan lolos ke babak utama IFCPF World Cup 2026 di Amerika Serikat. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi olahraga khusus di Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah menghadapi kompetisi internasional seperti ini.
Perjalanan Menuju Sejarah

Kemenangan Indonesia didapat setelah mengalahkan Thailand dengan skor 3-1 pada babak semifinal IFCPF Asia Oceania Cup 2025 di Stadion Sriwedari Solo. Gol-gol yang dicetak oleh Hafthah Wicaksono, gol bunuh diri Phonpipat Nampaksa, dan Rizky Mulyana membuat Indonesia meraih tiket ke ajang bergengsi tersebut.
Pelatih tim, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, menyampaikan rasa syukur atas hasil ini. Menurutnya, ini adalah momentum kebangkitan bagi sepak bola cerebral palsy Indonesia. Meski awalnya tidak memasang target untuk lolos, kemenangan atas Australia dan Jepang memberikan semangat ekstra kepada para pemain.
Strategi dan Performa Pemain

Yanuar menilai bahwa strategi khusus menjadi kunci kemenangan. Masuknya Rizky Mulyana sebagai pengganti kapten Yahya Hernanda membantu mengubah alur pertandingan. Kecepatannya membuat lini belakang Thailand kewalahan, sehingga memungkinkan terciptanya gol ketiga.
Gol bunuh diri yang dicatat oleh kapten Thailand juga menjadi momen krusial. Kesalahan antisipasi saat menghadapi tendangan Diky Hendrawan membuat kiper Thailand terkecoh. Sementara gol ketiga tercipta dari serangan balik yang dimainkan dengan baik oleh tim.

Dukungan Suporter

Ribuan suporter yang hadir di Lapangan Sriwedari turut berkontribusi dalam kemenangan ini. Nyanyian dan semangat mereka memberikan motivasi ekstra kepada pemain. Diky Hendrawan, yang dinobatkan sebagai Man of The Match, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan ini.
Diky menyebutkan bahwa dukungan suporter membuat para pemain tampil tanpa lelah, bahkan hingga babak perpanjangan waktu. Meski sempat tertekan setelah kebobolan, pemain akhirnya bisa bangkit dan mencetak dua gol tambahan.
Tantangan di Masa Depan
Meski kini telah lolos ke IFCPF World Cup 2026, Indonesia masih harus menghadapi tantangan besar di ajang internasional. Pertandingan final akan menjadi ujian berikutnya, yang akan dihelat pada hari Sabtu malam. Diky berharap suporter kembali hadir untuk memberikan dukungan penuh.
Sejarah ini menjadi bukti bahwa sepak bola cerebral palsy Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. Dengan dukungan penuh dari suporter dan strategi yang matang, masa depan olahraga ini di Indonesia tampak cerah.